CARA MEMBUAT TALI TAMBANG TERBARU DI CORELDRAW || TALI PNG / CDR

 Assalamu'alaikum Wr. Wb

Hallo sahabat dikmediatech, kali ini admin akan bagi tips seputar desain grafis nih buat teman-teman pentonton setia channel dikmediatech project.

Mungkin sebagian dari teman-teman kebingungan, bagaimana sih caranya buat sebuah tali tambang tuh?? Apakah mudah membuatnya? Admin bantu jawab, ya untuk pembuatannya sangat mudah buat teman-teman yang sungguh-sungguh ingin membuatnya.

Cara membuat desain tali tambang

Oke berikut akan admin berikan link videonya : silahkan untuk teman-teman simak, bagaiman cara pembuatannya


Silahkan ditonton ya teman-teman:)


Fungsi dari Jaringan WAN | dikmediatech

Fungsi Jaringan WAN (Wide Area Network)

Fungsi Jaringan WAN (Wide Area Network)

     Selamat datang sahabat setia dikmediatech, pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai fungsi jaringan WAN, sebelum kita mengenal lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui dan memahami apa itu WAN ? jangan khawatir dikmediatech sudah membuat artikel tentang Pengertian Jaringan WAN (Wide Area Network). Bacalah artikel tentang WAN dengan seksama. 

    Jaringan WAN memiliki beberapa fungsi, berikut ini adalah beberapa fungsi dari sebuah jaringan WAN (Wide Area Network) antara lain sebagai berikut :

Fungsi Jaringan WAN :

  1. Mengintegrasikan dan menggabungkan jaringan LAN dan MAN menjadi satu.
       Fungsi utama dari dibangunnya sebuah jaringan luas atau WAN adalah untuk melakukan integrasi dan juga penggabungan dari jaringan LAN dan juga jaringan MAN, menjadi satu kesatuan jaringan yang utuh. Biasanya, fungsi ini akan sangat berguna bagi sebuah perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang, diluar negeri dan juga diluar kota.
       Dengan adanya jaringan WAN, maka setiap kantor cabang ataupun kantor perwakilan akan saling terhubung satu sama lain dengan sebuah jaringan komputer yang sangat luas.
  2. Mempermudah dan mempercepat arus informasi dan komunikasi.
      Fungsi berikutnya dari sebuah jaringan komputer WAN adalah memudahkan dan juga mempercepat arus informasi dan juga komunikasi. Seperti contoh sebuah komunikasi dari kantor cabang, perwakilan dan juga kantor pusat.
       Dapat dibayangkan apabila kantor cabang yang berada di pulau kalimantan, hau=rus meminta informasi dari kantor pusat yang berada di Pulau Jawa. Tanpa adanya jaringan terintegrasi WAN, maka tentu saja hal ini berjalan sangat lama dan juga sangat sulit. Karena itu , dengan adanya jaringan WAN setiap kantor cabang akan lebih cepat  dan juga mudah dalam mengaksses dan juga memperoleh informasi dari kantor pusat.
  3. Mengingkatkan efisiensi perpindahan arus informasi
       Dengan semakin mudahnya arus informasi dan juga transfer data akan lebih memudahkan informasi yang datang dan keluar menjadi lebih cepat. Seperti komunikasi antar kantor cabang dan juga kantor perwakilan, maka sudah pasti efisiensi waktu akan tercipta dan akan menjadi sangat baik.
       Dengan meningkatnya efisiensi waktu yang dimiliki kantor dalam melakukan transmisi data, maka hal ini akan menyebabkan kinerja dan juga kemampuan perusahaan akan menjadi semakin baik dan juga semakin meningkat.
  4. Menghemat biaya operasional
       Penghematan dari biaya operasional pun akan menjadi lebih baik lagi. hal ini tentu saja berhubungan erat dengan efisiensi waktu dan juga tenaga yang dihasilkan berkat adanya jaringan WAN ini.
       Bayangkan saja apabila kantor cabang harus mengambil data dan juga informasi tna[a menggunakan jaringan WAN, maka bisa jadi staff dari kantor cabang tersebut harus pergi ke kantor pusat untuk memperoleh infromasi yang dibutuhkan, yang pastinya biaya transportasi yang akan membengkak dan menyebabkan pengeluaran perusahaan dari biaya operasional menjadi semakin bertambah.
  5. Mencegah terjadinya miskomunikasi
       Miskomunikasi juga biasanya sering terjadi apabila komunikasi dan juga penyampaian informasi dilakukan secara manual. Hal ini wajar saja karena manusia memang memiliki kecenderungan untuk salah dalam menafsirkan, sehingga bisa saja miskomunikasi tersebut dapat mengganggu jalannya bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.
     m  Disinilah jaringan WAN memegang fungsi dan juga peranan yang sangat penting bagi arus informasi dan juga proses komunikasi dari setiap kantor yang ada. Dengan menggunakan jaringan WAN sebagai media transmisi data dan informasi, maka kejadian miskomunikasi akan dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Hal ini disebabkan karena nantinya setiap user dan setiap kantor cabang juga perwakilan akan memperoleh informasi yang sama lain, karena berasal dari satu komputer induk atau server yang sama.
       Mengakses serta menggunakan internet secara menyeluruh dengan jangkauan yang luas diharuskan menggunakan hardware jaringan seperti jenis kabel jaringan komputer mana yang harus dipasangkan. Seperti pada kabel fiber optic, cara kerja fiber optic sebagai media transmisi menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk digunakan pada jaringan WAN, sebab kabel fiber optic cukup stabil dalam melakukan file transfering yang baik.
  6. Mendukung operasionalitas dari sebuah perusahaan multinasional dan internasional
       Fungsi WAN yang berikutnya adalah dapat mendukung opersaionalitas dari perusahaan yang berskala multinasional dan juga internasional. Dengan adanya jaringan WAN pada sebuah perusahaan tersebut, maka segala bentuk kegiatan operasional dapat berjalan dengan lebih baik.
       Meskipun jaringan WAN memiliki banyak fungsi yang sangat mendukung kegiatan operasional perusahaan. akan tetapi untuk mengimplementasikan sebuah jaringan WAN cukup sulit. Hal ini tentu saja disebabkan kondisi geografis yang amat luas, yang mencakup multinasional atau banyak negara.
       Beberapa negara mensyaratkan regulasi tertentu agar sebuah perusahaan bisa membangun jaringan yang terhubung dengan jaringan WAN, serta biaya pembangunan menara transmisi ataupun kabel jaringan bawah laut yang memiliki biaya investasi yang tidak sedikit.
    Sampai disini saja sahabat dikmediatech pembahasan mengenai fungsi dari jaringan berbasis WAN (Wide Area Network), terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini, semoga artikel ini bermanfaat dan membantu sahabat dalam memahami lebih jauh mengenai jaringan WAN (Wide Area Network).

Pengertian Jaringan WAN (Wide Area Network) | dikmediatech

Pengertian Jaringan WAN (Wide Area Network)

Pengertian Jaringan WAN (Wide Area Network)

     Selamat datang sahabat setia dikmediatech, pada artikel kali ini dikmediatech akan membahas tentang Pengertian Jaringan WAN (Wide Area Network), sahabat mungkin sudah tidak asing lagi mendengar kata jaringan berbasis luas (WAN),  Apa itu WAN ? WAN (Wide Area Network) merupakan sistem jaringan yang menghubungkan antar Autonomous System (AS). Autonomous System suatu kelompok terdiri dari satu atau lebih IP Prefix yang terkoneksi yang dijalankan oleh satu atau lebih operator jaringan di bawah satu kebijakan routing yang didefinisikan dengan jelas. AS diperlukan bila suatu jaringan terhubung ke lebih dari satu AS yang memiliki kebijakan routing yang berbeda. Satu Autonomous System dapat terdiri atas satu jaringan atau lebih. WAN mencakup daerah geografis yang luas, memungkinkan komunikasi antara dua perangkat yang terpisah dengan jarak yang sangat jauh. WAN menghubungkan beberapa LAN melalui jalur komunikasi dari service provider. Karena jalur komunikasi tidak bisa langsung dimasukkan ke LAN maka diperlukan beberapa perangkat Interface.

      Pada materi ini saya akan membahas lebih dalam tentang jaringan berbasis luas (WAN). Untuk itu bersungguh-sungguhlah dalam memahami materi ii dengan seksama agar mendapat hasil yang maksimal dan mendapat banyak ilham. 

Pengertian Jaringan WAN

   Pengertian WAN atau Wide Area Network adalah kumpulan komputer dan sumber daya jaringan yang terhubung melalui jaringan wilayah geografis lebih luas. Wide Area Network biasanya terhubung baik melalui internet dengan dibuat pengaturan khusus oleh perusahaan penyedia layanan. Perbedaan WAN, LAN, dan MAN karena jarak antara masing masing jaringan. Dalam WAN, satu jaringan bisa saja beberapa ribu kilometer jauhnya bahkan bisa berada di belahan dunia atau negara yang berbeda.

   Oleh karena itu, Jaringan WAN atau Wide Area Network adalah jaringan yang mencakup wilayah yang luas dan merupakan perluasan jaringan LAN (Local Area Network) yang dirancang untuk berhubungan dengan jaringan komputer teritorial yang menyediakan lebih banyak layanan dan pengguna yang lebih banyak, maka dapat dikatakan bahwa sebuah WAN menghubungkan lebih dari satu LAN dan digunakan untuk wilayah geografis yang lebih besar. WAN mirip dengan sistem jaringan komputer perbankan, dimana ratusan cabang di berbagai kota terhubung satu sama lain untuk berbagi data resmi mereka. Sebuah WAN bekerja dengan cara yang mirip dengan LAN, hanya saja pada skala yang lebih besar. Biasanya, perangkat WAN menggunakan protokol TCP/IP berkombinasi dengan perangkat seperti Router, Switch, Firewall, dan Modem.

Kelebihan dan Kekurangan Jaringan WAN

Kelebihan dari Jaringan WAN : 


  1. Berbagi informasi atau file melalui area yang lebih besar.
  2. Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama.
  3. Mempunyai sistem jaringan yang besar/luas sehingga mampu menjangkau negara, benua, bahkan seluruh dunia.
  4. Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh bisa di lakukan secara cepat.
    1. Dapat berbagi resources dengna koneksi workstations.

Kekurangan dari Jaringan WAN :

  1. Biaya operasional mahal karena maintenannya sangat luas.
  2. Dalam hal settingan atau pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat alat yang diperlukan juga sangat mahal.
  3. Memerlukan firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.
  4. Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.

Karakteristik Jaringan WAN :

  1. WAN umumnya menghubungkan perangkat yang dipisahkan oleh wilayah geografis yang lebih luas yang tidak dapat dilayani oleh LAN.
  2. WAN menggunakan jasa operator, seperti perusahaan telepon, perusahaan kabel, satelit sistem, dan penyedia jaringan.
  3. WAN menggunakan koneksi serial dari berbagai jenis untuk menyediakan akses bandwidth atas daerah geografis yang luas. 
    Sampai disini saja sahabat yang dapat dikmediatech bahas mengenai jaringan berbasis luas atau Wide Area Network, terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini, semoga dapat bermanfaat dan membantu dalam memahami sebuah jaringan.

Manfaat dan Keunggulan Database | dikmediatech

Manfaat dan Keunggulan Database

Manfaat dan Keunggulan Database

     Selamat datang sahabat setia dikmediatech, pada artikel kali ini dikmediatech akan membahas seputar database kembali, pastinya sahabat sudah mengetahui apa itu database server ? jika belum mengetahui tenang jangan khawatir, silahkan simak pengertianya di samping Pengertian Database server, dan database juga memiliki jenis jenis software aplikasi, software tersebut bisa sahabat ketahui dengan menekan link aktif ini Jenis jenis software database server.

     Seiring perkembangan zaman teknologi informasi dan komunikasi, terutama mengenai teknologi di masa sekarang ini sudah begitu canggih dibandingkan dari tahun tahun sebelumnya, dan sekarang juga mayoritas orang menggunakan teknologi yang canggih, baik dari yang belum cukup umur (anak anak), remaja, bahkan dewasa. Teknologi itu dapat bermanfaat apabila kita menggunakannya dengan baik dan positif, begitu juga sebaliknya. 

     Mengenai soal manfaat dan keunggulan, dibawah ini terdapat beberapa manfaat dan keunggulan dari database server

Manfaat dan Keunggulan Database Server

     Manfaat utama dalam pengelolaan database adalah agar dapat menemukan kembali data yang dicari dengan mudah dan cepat. Beberapa keunggulan dari pemanfaatan database adalah sebagai berikut :
  1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
         Pemanfaatan database memungkinkan untuk dapat menyimpan data, melakukan perubahan/manipulasi terhadap data, menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah.
  2. Efisiensi Ruang penyimpanan (Space)
         Keterkaitan antara kelompok data yang satu dengan yang lainnya dalam database dapat menyebabkan terjadinya pengulangan (redundansi) data, sehingga ruang penyimpanan yang diperlukan menjadi bertambah banyak. untuk mengefisienkan penggunaan ruang penyimpanan data, database dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan (redundansi) data tersebut diantaranya dengan menerapkan seumlah pengkodean atau membuat relasi antarkelompok data yang saling berhubungan.
  3. Keakuratan (Accurancy)
          Pembentukan relasi antar kelompok data, pengaturan tipe data, penentuan keunikan data, dan sebagainya secara ketat sangat berguna untuk menekan ketidakakuratan penyimpanan data.
  4. Ketersediaan (Availability)
         Sebuah database dapat memiliki data yang tersebar di banyak lokasi geografis. Misalnya, data nasabah sebuah bank dipisah pisah dan disimpan dilokasi sesuai dengan keberadaan nasabah. Dengan pemanfaatan teknologi jaringan komputer, data yang berada disuatu lokasi/cabang, dapat juga diakses (menjadi tersedia/avalilable) bagi lokasi yang lain.
  5. Kelengkapan (Completeness)
         dengan mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkmbang, maka didalam database dapat dilakukan penambahan record-record data, dapat dilakukan perubahan struktur dalam database baik penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-fileld baru pada suatu tabel tersebut.
  6. Keamanan (Security)
         Untuk suatu sistem yang besar dan serius, aspek keamanan harus diperhatikan dan diterapkan secara ketat. Hal ini dapat dilakukan dengan penentuan siapa siapa yang boleh menggunakan database beserta objek objek didalamnya dan menentukan jenis jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.
  7. Kebersamaan pemakaian (Sharebility)
         Pemakai database seringkali tidak terbatas pada satu pemakai saja atau di satu lokasi saja oleh satu sistem aplikasi. Misalnya data pegawai dalam database kepegawaian dapat digunakan oleh banyak pemakai, dari sejumlah departemen dalam perusahaan atau oleh banyak sistem (sistem penggajian, sistem akutansi, sistem inventori, dan sebagainya).

Penerapan Database

     Hampir semua perusahaan, organisasi, dan instansi menerapkan database dalam pekerjaannya. Adapun contoh dari penerapan database adalah sebagai berikut :
  • Inventory (pergudangan), digunakan untuk proses penerimaan barang, menyimpan barang, dan pengeluaran barang.
  • Pendidikan, digunakan untuk mengelola data siswa, penjadwalan kegiatan belajar mengajar, mengelola data guru, dan lain sebagainya.
  • Rumah sakit, digunakan untuk mengelola data sejarah pengobatan pasien, pembayaran perawatan rawat inap, dan lain lain.
  • Asuransi, digunakan untuk pengelolaan data nasabah/data pembayaran premi dan pemrosesan pengajuan klaim asuransi.
  • Perbankan, digunakan untuk pengelolaan data nasabah/data tabungan/pinjaman, pembuatan laporan akutansi, pelayanan informasi pada nasabah/calon nasabah.
  • Industri manufaktur, digunakan untuk membantu pengelolaan pesanan barang dan mengelola data karyawan.
  • Telekomunikasi, digunakan untuk melakukan pengelolaan data administrasi kabel/ data pelanggan, menangani gangguan, dan lain lain.
     Sampai disini saja sahabat dikmediatech yang dapat dikmediatech bahas mengenai manfaat database ? keunggulan database ? Penerapan database ?, terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini , semoga dapat bermanfaat untuk sahabat.

Jenis Jenis Software Database Server | dikmediatech

Jenis Jenis Software Database Server 

Jenis Jenis Software Database Server

    Selamat datang sahabat dikmediatech, pada artikel kali ini dikmediatech akan membahas tentang Jenis jenis software database server. sebelum mengenal lebih jauh ada baiknya sahabat mengetahui dan memahami pengertian dan fungsi dari database server itu sendiri, jangan khawatir dikmediatech akan memberikan pengertian singkat dari database server, 

    Apa itu database server ? database server adalah Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model client-server. istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database manajemen sistem yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL) secara ekslusif bergantung pada model client-server untuk akses data.

      Untuk lebih jelas mengetahui database : Pengertian, Fungsi database server software database server dibawah ini terdapat beberapa software.
Baca juga : Cara konfigurasi Database server linux debian
     Berikut adalah beberapa software database server beserta penjelasannya :
1. MySQL
       MySQL merupakan aplikasi pengolah (database yang bersifat open source, yang dikembangkan oleh  Oracle, sebelumnya sun dan MySQL AB). MySQL merupakan pengolah database yang paling banyak digunakan didunia dan lazim di terapkan untuk aplikasi web.

2. SQLite
       SQLite merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source yang dikembangkan oleh D.Richad Hipp. dikenal sebagai pengolah database yang sangat kecil ukuran programnya. 

3. Microsoft SQL server
        Microsoft SQL Server merupakan aplikasi pengolah database yang dikembangkan oleh microsoft dan bersifa propietary (komersial), akan tetapi tersedia juga versi freeware-nya.

4. Oracle
        Oracle merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat propietary (komersial) dikembangkan oleh oracle corporation, pengolah database ini terbagi dalam beberapa bagian dengan segmen dan tujuan penggunaan yang berbeda beda.

5. IBM DB2
        IBM DB2 merupakan aplikasi pengolah database yang dikembangkan oleh IBM secara proprietary (komersial). DB2 terbagi menjadi 3 varian, Yaitu DB2 untuk linux; Unix; Windows, DB2 untuk z/OS (mainframae), dan DB2 untuk iseries (OS/400).

6. PostgreSQL atau postgres
        PostgreSQL atau Postgres merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh PostgreSQL Global Development group. Tersedia dalam berbagai platform sistem operasi seperti linux, freeBSD, Solaris, Windows, dan Mac OS/

7. Mongo DB
         Mongo DB merupakan aplikasi pengolah data yang bersifat open source, dikembangkan oleh 10 gen. tersedia untuk berabagai platform sistem operasi dan dikenal telah digunakan oleh situs foursquare, MTV network dan craigslist.

8. Web DNA 
         Web DNA merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat freeware dikembangkan oleh web DNA software corporation. Didesain untuk digunakan di web.

9. Apache Derby (Sebelumnya dikenal sebagain IBM Cloudscape)
         Apache Derby merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source,m dikembangkan oleh Apache software Foundation. Lazim digunakan di program java dan untuk pemrosesan transaksi online.

10. Sybase
          Sybase merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat proprietary (komersial), dikembangkan oleh SAP. Ditargetkan untuk pengembangan aplikasi mobile.

11. CouchDB
           CouchDB merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh apache software foundation. Difokuskan untuk digunakan di server web.

12. Redis
         Redis merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh salvatore sanfilippo (disponsori oleh VMware). Difungsikan untuk jaringan komputer.

13. Firebird 
         Firebird merupakan aplikasi pengolah database yang bersifat open source, dikembangkan oleh firebird project. Lazim dijalankan di linux, Windows, dan Berbagai varian linux.

     Sampai disini saja sahabat dikmediatech  yang dapat dikmediatech bahas, terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu sahabat dalam mengetahui jenis jenis software database server.

Pengertian Database Server lengkap | dikmediatech

Pengertian Database Server

Pengertian Database Server

    Selamat datang sahabat setia dikmediatech, selamat datang di blog dikmediatech, pada kesempatan kali ini dikmediatech akan membahas mengenai materi teknik komputer dan jaringan, yaitu database server, sebelum mengenal lebih jauh ada baiknya sahabat mengetahui apa itu database server. apa itu database server ?

     Pernahkah sahabat mendengar tentang database server ? mungkin sebagian orang tidak mengetahui apakah database server itu, apa fungsinya, dan berapa banyak jenis database sebenarnya ? bila sahabat tidak mengetahuinya, bukan karena sahabat tidak tahu namun kemungkinan penjelasan dari beberapa sumber kurang jelas akhirnya sulit untuk dipahami. pada artikel kali ini akan dibahas penjelasan yang mungkin dapat sahabat pahami dan simak.
Baca juga : Konfigurasi DNS server 
Baca juga : Konfigurasi IP Address  

Pengertian Database Server

    Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model client-server. istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database manajemen sistem yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL) secara ekslusif bergantung pada model client-server untuk akses data.

     Dengan database server, kita akan dipermudah untuk menjalankan aplikasi dengan satu server tanpa harus mengganggu pengguna lainnya. Selain itu, dalam database ada dua pihak yang mungkin harus diketahui yaitu management database dan client. Untuk mengetahui tentang database server kebuh mendalam, maka bersungguh sungguhlah dalam memahami materi ini.

    Beberapa contoh database server antara lain Oracle, DB2, Informix, Ingres, SQL Server. setiap server menggunakan query logika dan struktur sendiri. Bahasa query SQL kurang lebih sama disemua server database. Program komputer lain, seperti yang didefinisikan oleh mode client server. Istilah ini juga dapat merujuk ke komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program seperti itu.
Baca juga : Konfigurasi Web Server
Baca juga : Pengertian DHCP Server 

     Sistem manajemen database yang sering menyediakan fungsionalitas database server, dan beberapa DBMSs(misalnya, MySQL) bergantung secara ekslusif pada model client-server untuk mengakses database. Server tersebut diakses baik melalui suatu "front end" yang berjalan dikomputer pengguna menampilkan data yang diminta atau "Back end" yang berjalan pada server dan menangani tugas tugas seperti analisis data dan penyimpanan. Dalam model Master-slave, database master adalah server pusat dan lokasi utama data sementara database slave server akan disinkronkan backup dari master yang bertindak sebagai proxy.

     Sampai disini saja sahabat dikmediatech yang dapat dikmediatech bahas, terimakasih sudah mengunjungi dan membaca artikel ini , semoga dapat bermanfaat dan membantu sahabat dalam memahami lebih dalam mengenai database server.

Pengertian dan Cara Kerja DHCP Server | dikmediatech

Pengertian dan Cara Kerja DHCP Server

Pengertian dan Cara Kerja DHCP Server

    Selamat datang sahabat setia dikmediatech, sekarang sekarang ini dikmediatech jarang mempublikasikan sebuah artikel, jangan khawatir sekarang dikmediatech akan membahas mengenai DHCP Server.

    Apa itu DHCP Server ? mungkin sebagian orang masih merasa asing dengan yang namanya DHCP, sebagian orang pasti sudah mendengar dengan istilah DHCP server ini, akan tetapi yang menjadi masalahnya adalah belum mengetahui secara jelas arti dari DHCP itu sendiri begitu juga dengan cara kerja DHCP itu seperti apa, kebetulan disini dikmediatech akan membahas mengenai pengertian dan cara kerja DHCP server, sebelum mengenal lebih jauh, ada baiknya kita mengikuti dan menyimak artikel yang akan dikmediatech bahas.

    DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client / server yang digunakan untuk mempermudah pengalokasian IP Address pada suatu jaringan. Jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan IP Address secara manual hal ini akan memakan waktu yang cukup lama terlebih lagi membuat kita kerepotan. Jik suatu server lokal dipasangkan DHCP, semua komputer yang terhubung ke jaringan akan mendapatkan IP Address secara otomatis. Selain IP Address, DHCP juga memberikan parameter yang lainnya seperti default gateway dan DNS Server.

     Dimana ada server pasti ada client, karena DHCP sendiri berbasis arsitektur Client/Server, jadi komputer yang memberikan IP Address adalah DHCP Server, sedangkan yang menerima IP Address adalah DHCP Client.
Baca juga : Cara konfigurasi IP Address Debian
Baca juga : Cara konfigurasi Web Server Debian
Baca juga : Cara konfigurasi DNS Server Debian 
     Dibawah ini 4 tahapan tahapan yang dilakukan dalam proses peminjaman IP Address pada DHCP. berikut adalah uraiannya :
1. Tahap 1 : IP Least Request
       Tahap ini merupakan tahap dimana client dalam jaringan meminta IP Address yang tersedia pada DHCP Server. Awalnya saat pertama client terhubung dalam jaringan, Client ini akan mencari dulu apakah ada DHCP server yang bekerja pada jaringan tersebut. Apabila ditemukan, client akan meminta IP Address pada DHCP server  yang ada.

2. Tahap 2 : IP Least Offer
      DHCP server mendengar broadcast dari client yang baru terhubung dalam jaringan tadi. Kemudian, DHCP server memberikan penawaran terhadap client tersebut berupa IP Address.

3. Tahap 3 : Lease Selectiom
      Setelah diberikan penawaran oleh DHCP server, client merequest tadi menyetujui penawaran yang diberikan oleh DHCP server. Lalu client memberikan pesan kepada DHCP server yang isinya adalah meminta agar DHCP server meminjamkan satu IP Address yang tersedia dalam DHCP-pool yang dimilikinya (DHCP-pool merupakan range IP Address yang bisa digunakan oleh host yang terhubung dengannya).

4. Tahap 4 : Least Acknowledge
       Pada tahap yang terakhir ini, DHCP server akan merespons pesan dari client dengan mengirimkan paket acknowledge yang berupa IP Address dan informasi lainnya yang dibutuhkan. Setelah memberikan IP kepada client, DHCP server akan memperbaharui database yang mereka miliki. sedangkan client akan melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP Address yang diberikan tadi dan client sudah bisa beroperasi pada jaringan tersebut.

    Untuk lebih mudah memahaminya, pada saat komputer client dihubungkan ke jaringan, komputer tersebut akan me-request IP ke DHCP server. DHCP server menjawab dengan memberikan informasi terkait IP address (termasuk subnetmask, gateway, DNS dan yang lainnya) ke komputer client.

     Setelah meminjamkan IP, DHCP server akan mencoret IP tersebut dalam daftar pool yang dia miliki dan menandakan bahwa IP tersebut sudah dipinjamkan ke salah satu client. Namun jika dalam daftar IP pool sudah tidak ada nomor IP yang tersedia, maka client tidak akan mendapatkan nomor IP dari DHCP server, dengan demikian client tidak akan pernah bisa terhubung ke jaringan tersebut,

     Biasanya peminjaman IP Address ini memiliki jangka waktu terbatas, sesuai dengan yang di atur oleh administrator jaringan. Setelah periode waktu tertentu, pemakaian IP address pada client dinyatakan telah selesai dan jika client tidak melakukan request ulang, maka nomor IP address tersebut akan dikembalikan kepada DHCP server yang meminjamkan. DHCP server dapat meminjamkan IP tersebut kepada client lain yang membutuhkan.

     Selain pengertian dan tahapan tahapan yag dilakukan, dibawah ini juga terdapat 3 fitur yang ditawarkan oleh DHCP (Jenis Alokasi DHCP), 3 Macam jenis DHCP Server ini antara lain :
  1. Manual Allocation : dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mencatat Mac Address dari setiap komputer.
  2. Automatic Allocation : dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mana hanya mengandung IP Address yang nantinya akan diberikan kepada komputer client.
  3. Dynamic Allocation : hal ini sama halnya dengan automatic allocation, tetapi server akan mencatat status peminjaman IP Address (leases) dan akan memberikan alamat IP yang leasesnya sudah expire kepada client DHCP atau komputer yang lainnya.
     Sampai disini saja sahabat dikmediatech yang dapat dikmediatech bahas, terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini, semoga artikel yang saya ketik sekarang dapat bermanfaat untuk kita.A